Bus Debora adalah contoh nyata praktek monopoli sempurna. Hampir
setiap hari gw naik bus ini ke Pondok Indah buat ngajar. Bus ini
satu-satunya bus yang melayani trayek Depok-LebakBulus. Awalnya gw
menganggap ini sebagai hal yang biasa-biasa saja. Pada akhirnya,
setelah gw naik bus ini dalam berbagai kesempatan gw jadi agak gerah
juga.


Pada jam-jam sibuk, pagi menjelang jam kerja dan sore hingga malam
jam 9an, bus ini selalu penuh sesak dengan penumpang yang sengaja
dijejal-jejalkan. Si kondektur dengan gaya seolah-olah persuasif akan
meminta penumpang untuk bergeser, “geser Bang! ya, masuk dikit
lagi”. Belum lagi kalau dah penuh banget dan ada orang yang mau
naik, kondekturnya bakalan bilang, “ Depok, Depok, kosong!
kosong!”. Duh, rasanya pengen gw jitak kepalanya.


Hebatnya, kalau ada penumpang yang protes, tuh kondektur (sama
supirnya juga) pasti bakal nyuruh tuh penumpang turun. Ujungnya, si
penumpang yang protes tadi bakalan diem karena nyadar gak ada bus
lain yang bisa nganterin di dengan trayek Lebak Bulus – Depok dan
sebaliknya. See, betapa tidak berimbangnya posisi tawar antara
penumpang dan operator kendaraan (ciee, operator).

Ohya,
sejak harga BBM naik ongkos Debora jadi Rp. 3.000. Semula sih Rp.
1.500, trus naik terus dan jadilah sekarang ongkosnya segitu. Well,
tiga ribu perak dan loe harus makan hati juga sesekali. 

Busnya
berukuran tiga perempat, jadi isinya total 24 seat. Nah, kalau
pas penuh di jam-jam sibuk, jumlah orang yang berdiri bisa lebih
banyak daripada orang yang duduk. Kalo gak percaya, silakan buktikan
sendiri. Jadi jumlah penumpang maksimal bisa 50-an orang. Tarohlah
dalam satu kali jalan jumlah rata=rata penumpang Debora adalah
(24+50) : 2 = 37 orang, maka pendapatan untuk sekali jalan adalah 37
x 3000 = Rp. 111.000. Dari yang gw denger siy, mereka bisa narik 3-4
kali PP dalam sehari, berarti ada 6-8 trip dong, ambil aja tengahnya
deh, tujuh. Jadi dalam sehari, pendapatan satu biji Debora adalah
Rp.777.000. Tinggal dipotong uang tol, setoran en bensin, itulah
pendapatan bersih pak supir en keneknya.


Gw gak tahu setorannya berapa duit dalam sehari, kalo gak salah
sekitar 400-an ribu. Kalau memang bener, berarti total pendapatan
buat kenek plus supir gak nyampe 150.000 per hari. Berarti pula,
mereka belum akan berhenti ngejejelin orang di dalam busnya yang udah
meluap, meluber kemana-mana. Penuh orang.