Sejenak Melupakan……

Suara Hati No Comments »

Oleh : Hasyim Widhiarto

Selama empat setengah tahun kuliah di Depok (tahun 2003 - 2007), gw udah kehilangan handphone tiga kali. Pertama, terjadi waktu handphone gw dicolong di rumah kontrakan di Depok. Si Maling menjulurkan tangannya lewat teralis besi di kamar gw sekitar jam 3 – 4 dinihari. Yang gw inget terakhir cuma dering alarm yang semestinya membangunkan gw untuk mengetik transkrip wawancara buat kuliah Riset Komas. Dasar bengal, tuh handphone gw pijet-pijet  gak jelas sampe diem. Waktu bangun dan mendapati dia lenyap, hmm, gw rasa ini kutukan Tuhan.

Nokia7650img3_1

Kerugian : Nokia 7650, foto-foto penting, sms-sms ‘mahal’



Kedua, handphone (HP) gue ilang saat dalam perjalanan dari Blok M ke Depok. Gw tidak pernah menyangka akan mendapat sial di Metromini 63 yang jarang-jarang gw naikin. Kali ini si pencopet berhasil mendapatkan HP gw setelah mepet-mepet minta jalan keluar. Riliiiii smoooth! Gw baru nyadar tuh HP udah gak ada di kantong jaket sekitar   

lima menit kemudian. Gw Cuma bisa diem. Gak berteriak, bahkan cuma bisa merekonstruksi kejadian itu dalam pikiran. Sesampai di Depok, baru gw panik!

Nokia8210 

Kerugian : Nokia 8210 (saja)

 

Terakhir, gw kecopetan lagi. Kali ini lebih parah dan heroik. ‘Parah’ karena yg gw ilangin adalah HP pinjeman dari teman gw, ‘heroik’ karena gw sempat berantem sama pencopetnya. Gw akhirnya turun, karena ternyata tuh pencopet bawa temennya. Gw jadi bingung en keder mau tetep ngotot apa turun. Orang-orang di bus juga malah bilang, “Udah turun kali Bang orangnya!”’ “Kejar aja Bang di belakang tuh”. Yaaa turun deh gw!. Hhhh…  Kali ini Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di Metromini 85 jurusan Lebak Bulus – Kalideres.

 

Motorolac550_1

Kerugian : Motorola C 550, gengsi, kepercayaan

Sejak itu, kemana-mana gw jadi paranoid. Di dalam tas ransel pun masih gw masukin tas pinggang kecil. Di situlah tempat gw menaruh handphone, dompet, dan barang berharga lainnya (kayak tanda tangan dan foto2 pribadi gw –Halah!-). Meskipun begitu, masih aja gw menjadi korban percobaan pencopetan. Terakhir misalnya, tas gw disilet bagian luarnya di Metromini 70 trayek Blok M - Joglo.

 

Tapi entah, sejak tinggal di Singapura, segalanya berubah. Kemana-mana pintu kamar asrama gak usah dikunci. Naik Bus dan MRT bisa sambil buka-buka laptop. Bahkan, pulang larut malam sekalipun, aman-aman saja meskipun harus jalan masuk kampus NTU yang senyap dalam keremangan.

 Singaw9jurongeast1

Entahlah, mungkin 4 bulan lagi saat gw kembali ke Indonesia, gw harus
belajar membangkitkan rasa was-was gw lagi terhadap keaadaan. Hmm, juga
harus kembali terbiasa dengan sikap waspada di KRL, metromini, atau
bahkan di
,  taksi sekalipun.

 

Maka memang tepat jika banyak orang kaya Indonesia
menyempatkan diri pergi ke Singapura beberapa kali dalam setahun.
Selain berlibur dan berbelanja, mereka perlu mengendurkan saraf
waspada, -yang penat bekerja sepanjang waktu di negeri asal-.
 

I 

 

Very Close To Be Deported FRom S****p**e

Uncategorized 1 Comment »

Masuk_tv_1

It’s been my 33rd day staying in S’pore. At first time I was thinking that it would be hard living overseas for first time in my life, -It was more than a month ago-. Whenever, as the time goes by, I started to realize that the sentence would be right….., truly!

Just few days ago I had trouble with the immigration system. The authority hasn’t approved my application yet. So, I am the only one who don’t have Student Pass among 60 students enrolling the same exchange programme. I’ve been waiting for the approval since I applied online in Indonesia. But, there’s still no further news about it after long time. I was panicked for being illegal, deported, or even terminated from the programme.

The International Student Centre - in my campus- asked me to extend my social visit pass. They asked me to extend it right in the morning of 30th day, that was also means the expiry date of my social pass. I rushed to Lavender to apply the extension manually. By the time I was there, "Oh my God!!". So many people Q-ing in a long line, endless in the corner, turn right 90 degrees and the last lady was standing right in front nursery room. One information left: they were all just Q-ing to get "NUMBER FROM Q-ING" to application counter.

Lines

The reason why I had to go to the office was also because I didn’t have any credit card needed to apply online. So sad!!!

Once I got my turn, the gate officer examined my documents carefully. Silent!. "We can not proceed your extension, you need this form applicatin chopped by your university, first". Whatttt!! How could I know that the procedure was like so. I even had just got the application form right before Q-ing!

I called the International office desperately. Silent! "I think you better go back to campus to apply online. Hmm, you can use my credit card then!".

It was 3.30 pm, and I had just realized something!!


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in