Pernahkah anda bangun tidur dengan membawa perasaan yang terbawa dari mimpi anda semalam? anda bisa merasa segar dan gembira karena anda bermimpi jalan-jalan ke Paris. Sebaliknya, tiba-tiba air mata
anda menetes karena di mimpi anda berpisah dengan orang yang anda
cintai. Jika iya, anda pun bisa mengendalikan mimpi-mimpi anda untuk
mendapatkan efek yang anda inginkan. Mimpi-mimpi semacam itu disebut
sebagai lucid dreams.


12181224_2 



Lucid dreaming terjadi ketika kita merasa sadar bahwa kita sedang bermimpi. Bahkan, kita tahu kalau sebenarnya kita memang sedang tidur. Stephen LaBerge menguraikan fenomena ini sebagai “dreaming while knowing that you are dreaming.” Misalnya dalam mimpi kita berjumpa dengan Angelina Jolie. Kita berkenalan, berjabat tangan dan kemudian bercakap-cakap dengannya. Bagi orang yang sedang mengalami lucid dreaming, ia menyadari bahwa yang dialami sebenarnya tidak nyata. Namun alam sadarnya dapat mengendalikan isi mimpi tersebut sesuai keinginannya. Bisa jadi dalam mimpi kita bisa mengajak si Angelina Jolie itu jalan-jalan atau makan malam. Terserah anda.

Fenomena ini memang masih diragukan secara ilmiah. Pasalnya, ternyata tidak semua orang dapat melakukannya. Kalaupun pernah mengalami agak sulit mendifinisikan mimpi tersebut sebagai lucid dreams. Memang benar efek mimpi dapat terasa di kala bangun tidur, namun orang-orang tersebut tidak dapat mengingat detil mimpinya, apalagi sampai memiliki kemampuan untuk mengendalikannya. Suatu contoh, saat bangun tidur kaki Tono terasa pegal-pegal. Tono ingat kalau malamnya ia bermimpi main sepak bola, namun di mana dengan siapa mungkin ia lupa. Orang awam pun kadang tidak dapat menemukan pembenaran atas hubungan mimpi main bola dan kaki pegal-pegal. Bagaimana mungkin kejadian di mimpi memiliki pengaruh sampai ke dunia nyata.


Castle



Bagi para ahli yang mempelajari fenomena lucid dreams, hubungan mimpi dan dunia nyata adalah niscaya. Mereka percaya kejadian di mimpi dapat dipermainkan sedemikian rupa untuk memenuhi keinginan kita. Efeknya pun bahkan dapat kita rasakan secara fisik dan psikologis. Diantara kegunaan lucid dreming adalah untuk kesenangan, rekreasi, sugesti dan motivasi. Bahkan, cara ini bisa menjadi altrernatif solusi masalah-masalah sosial anda. Anda adalah seorang public speaker yang buruk? Dalam mimpi, anda bisa menciptakan kondisi dimana anda berada di depan sekerumunan khalayak. Anda pun dapat ‘berlatih’. Tak perlu takut dan malu, toh anda tak pernah kenal dan tahu siapa orang-orang di kerumunan itu.

Bagi anda yang sedang mengalami konflik dengan orang-orang di sekitar anda, cara ini juga bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk mencari cara menyelesaikannya. Bayangkan saja anda melakukan solusi A pada rekan anda dan lihat reaksinya. Pada mimpi selanjutnya anda lakukan hal yang sama, tapi dengan solusi yang berbeda-beda. Dijamin, anda akan punya tambahan keberanian untuk bertindak secepatnya.


Mewujudkan Mimpi Menjadi ‘Nyata’: Empat Teknik melakukan Lucid Dreams

Ternyata tak mudah untuk mengendalikan mimpi kita. Perlu banyak belajar dan latihan. Disarikan dari situs ensiklopedi wikipedia.org, Berikut empat metode yang ditemukan para ilmuwan untuk mencapai kemampuan lucid dreaming.


Clouds

Mnemonic induction of lucid dreaming (MILD)

Cara ini adalah yang paling sering digunakan oleh para pemula. Sebelum tidur, kita harus mengingat-ingat hal apa yang ingin kita hadirkan di mimpi. Cara ini ditemukan dan dikembangkan oleh Stephen LaBerge. Diulas lengkap dalam bukunya Exploring the World of Lucid Dreaming.

 

Wake Back To Bed induction technique (WBTB)

Cara ini adalah cara yang paling mudah dilakukan. Anda harus tidur dalam keadaan yang sangat lelah dan bangun lima jam kemudian. Selama satu jam anda memfokuskan diri pada lucid dream anda. Setelahnya, lanjutkan tidur anda. Cara ini mampu meningkatkan keberhasilan lucid dreaming. Hal ini terjadi karena otak sedang dalam keadaan yang paling kondusif untuk berfantasi. Mimpi yang terjadi pun akan terasa lebih lama dan nyata.


Cycle adjustment technique (CAT)

Dengan metode ini, ilmuwan perlu mempelajari siklus tidur orang terlebih dahulu. Setiap orang memiliki siklus kerja otak yang berbeda-beda saat mereka tidur. Dengan mengetahui siklus tidurnya, seseorang dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk melakukan lucid dreaming

Aural Focusing technique

Cara ini cukup rumit dan belum dapat dijelaskan secara utuh oleh para ilmuwan. Aural focusing technique dapat dilakuakan ketika seseorang sedang berada di dekat sumber audio, misalnya radio, televisi atau tape. Dalam keadaan terjaga ia berada dalam posisi yang rileks sambil berkonsentrasi mendengarkan musik atau suara-suara dari sumber audio.

Biarkan dia sampai mengantuk dan tak dapat menahannya lagi. Pelan-pelan kecilkan suaranya hingga sampai terdengar sayup-sayup. Si pendengar yang mulai mengantuk tadi kemudian diminta membayangkan dirinya terbang, naik ke angkasa dan menyusuri bintang-bintang yang tak terbatas jumlahnya. Cara ini kemudian akan membawa orang tersebut ke alam mimpi. Uniknya, dalam mimpi ia akan mendapati dirinya berada dalam ruangan yang sama. Suara-suara yang didengar sebelum tidur pun terdengar jelas di alam mimpinya.

(Tulisan turun cetak untuk Majalah Koma, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI, Oktober 2006)