Pagi tadi gw ikut kelas Public Opinion sesi tutorial. Kalo nggak salah kita
semua ber-limabelas. Semuanya orang Singapura, kecuali gw (Indonesia), Tim
(Hongkong), dan Nastasja (Jerman). Professornya perempuan, orang Taiwan, tapi udah lama ngajar di NTU.

Sepanjang sesi tadi, kita berdiskusi tentang media masssa manakah yang sebenarnya paling berpengaruh untuk mempengaruhi opini publik. Kesimpulannya sih standar, bahwa setiap media massa punya kelebihan dan kekurangannya
masing-masing. Tapi bagi gue yang menarik justru adalah kenyataan bahwa
kita-kita, generasi yang lebih muda, ternyata tidak begitu menaruh
perhatian pada masalah-masalah aktual di sekitar kita.

Masalah aktual yang gw maksud di sini tentunya adalah topik-topik ‘hard-news’ seputar ekonomi, sosial politik, resesi, kenaikan harga barang, pajak, hukum, undang-undang, dan semacamnya. Dan tentu saja bukan soal harga tiket konser Backstreet Boys, Ariel Peterpan bakal cerai sama Sarah Amalia apa nggak, atau tentang siapa-siapa aja yang bakal manggung di JakJazz 2008 nanti.

Inilah beberapa kutipan pendapat dari temen-temen Singapura gw soal kenapa anak-anak muda sono nggak peduli soal berita-berita hangat:

 
“Waktu kita udah abis buat yang lain. OK-lah kita buka internet terus, tapi paling ya buat chatting, Facebook-an, download film atau nyari berita-berita hiburan”

 
“Kayaknya supir taksi di Singapura lebih aware daripada kita deh. Bukan karena kalo lagi nggak ada kerjaan mereka baca koran atau dengerin radio aja, tapi juga nyiapin bahan obrolan buat nyenengin penumpang”

 
“Wah, kayaknya kita bakal mulai peduli kalau udah lebih tua, jadi orang tua, jadi Papa-Mama. Karena kalau udah tua kita harus mikirin pekerjaan, keluarga, dan macem-macem”

 

“Hmm, kalo di MRT atau bus ya? Ya kayaknya mendingan dengerin Ipod lah daripada setel radio. Baca koran? Hmm, kayaknya kita udah kebanyakan baca buku deh di kampus”.

 

Hey, ini yang ngomong anak-anak muda Singapur lho?! Waktu denger komentar-komentar itu mau nggak mau gw ngakak juga. Bukan cuma karena ternyata keadaannya mirip sama yang gw alami di Indonesia, tapi juga karena tuh jawaban emang jujur dan apa adanya. Cuma kalo di Indonesia mungkin jawabannya nambah satu, "ya karena beritanya nggak pernah ada bagus-bagusnya kali!" 


Kalo pembaca sendiri gimana lho?. Sudahkah baca koran hari ini?