First Lady

Uncategorized 2 Comments »

First Lady

hasyim_widhiarto@yahoo.com

Ketika pasukan Jerman kalah telak di Eropa, Hitler bunuh diri di bunker persembunyiannya. Ia tak sendirian. Eva Braun –kekasih yang dinikahinya sehari sebelum bunuh diri- turut melakukan hal yang sama, menenggak kapsul sianida dan menembak kepalanya.

Saat Permaisuri Mumtaz yang sangat dicintainya wafat, Shah Jahan berikrar membangun sebuah monumen lambang cinta yang megah dan tak tertandingi. Maka, konon ketika Taj Mahal selesai dibangun, semua tangan pekerjanya dipotong agar tak mampu membuat bangunan seindah itu lagi.

Ketika Nabi Muhammad menggigil di bawah selimut setelah didatangi malaikat Jibril, cuma Siti Khadijah yang dengan penuh keyakinan membenarkan ucapan suaminya. Beliau pulalah yang kemudian pertama-tama menyatakan imannya pada Rasulullah. Bahkan, Rasul pun masih terus mengingat Khadijah selepas wafatnya, hingga membuat istrinya yang lain menaruh cemburu.

Mungkin benar jika ada ungkapan “di belakang seorang pria sukses pasti ada seorang wanita”. Selain Hitler-Eva Braun; Jahan-Mumtaz; dan Muhammad-Khadijah, saya pikir masih banyak contoh lain yang bisa anda temukan dari kehidupan para pemimpin dunia bersama pasangannya. Kesimpulannya, dalam kehebatan sepak terjang mereka, hampir selalu ada sosok first lady di sampingnya.

Seorang first lady (bahasa bakunya sih ‘ibu negara’) mungkin bisa lebih populer dari suaminya, misalnya Lady Diana Spencer (mantan istri Pangeran Charles) Jacqueline Kennedy (istri Presiden John F. Kennedy), atau Siti Hartinah (istri Presiden Soeharto) yang akrab dipanggil Ibu Tien. Diantara mereka bahkan ada yang menyamai atau melebihi karir politik suaminya, sebutlah nama Evita Peron (Argentina), Sonia Gandhi (India), dan Hillary Rodham Clinton (AS). Yang tipikal pun banyak: mendampingi suami sembari mengelola organisasi-organisasi sosial. Yang masuk kelompok ini contohnya ialah Ani Yudhoyono (Indonesia) dan Laura Bush (AS). Terakhir, jangan lupakan mereka yang bertipe kriminal, semisal Imelda Marcos (Filipina) dan Marie Antoinette (Istri Raja Louis XVI), di tangan keduanya-lah kas negara dikuras untuk berfoya-foya.

Satu hal yang terlupakan, menjadi first lady sebenarnya ibarat menjadi figur ‘bayang-bayang’ suami. Ia harus siap menjadi bagian dari publisitas dan kemasyhuran sang suami. Namun posisi ini pun kerap mendapat penghormatan yang sepadan. Perhatikanlah dalam acara-acara formal kenegaraan, pasti si protokol tak lupa menggunakan kata ‘beserta istri’ atau ‘bersama istri’ saat menyapa sang kepala negara. Contohnya dalam kalimat berikut:

Protokol:“Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak Presiden beserta rombongan istri. Eh, salah, maksud kami ’beserta  istri dan rombongan’ ”

Hadirin : Glek!!

Repotnya, istilah first lady ternyata kini tak cuma diartikan sebagai wanita pendamping kepala negara. Banyak istri-istri pejabat yang lantas menjadikannya analogi pada posisinya. Akibatnya, bermunculanlah first lady–first lady lokal di mana-mana. Maka jadilah istri Gubernur menjadi first lady di Propinsi-nya. Istri Bupati menjadi first lady di Kabupaten-nya. Demikian seterusnya hingga kecamatan, desa, RW, dan RT sekalipun. Panggilan Bu Lurah, Bu RT, atau Bu Camat seolah menyimpan prestise dan pengharapan tertentu yang melenakan. Bisa jadi, menjadi first lady lokal berarti menjadi jembatan pemuasan hasrat disanjung-sanjung (plus harapan menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas, jika ada).

Tidak hanya itu, di berbagai institusi pun terjadi hal yang demikian. Istri Direktur, istri Kepala Bagian, Istri Dirjen, Istri Menteri, dsb, menjelma sebagai first lady dengan kapasitas yang bervariasi. Saya menyebut gejala ini sebagai first-lady syndrome. Bahasa kasarnya sih, dengan bersuamikan orang sukses atau terkenal, maka si wanita akan nebeng sukses dan terkenal. Istri Pak Dokter pasti akan disapa sebagai Bu Dokter. Istri pejabat, ya dipanggil juga dengan Ibu Pejabat.    

***

Sebenarnya, perlukah sosok kepala negara atau pemimpin (selalu) disematkan satu paket bersama seorang first lady? Ataukah ada maksud tersembunyi di balik itu?

Anda mungkin tidak menyangka jika Amerika Serikat (AS) –negeri yang sangat liberal, permisif, pelopor budaya free-sex, dengan angka perceraian dan single-parenting tinggi- ternyata sangat menjunjung tinggi kehadiran seorang first lady. Artinya, sebegajulan-begajulannya orang Barat sono, mereka masih mengharapkan pemimpinnya memberi suri teladan soal sosok keluarga yang ideal.

Ambil saja contoh tentang Presiden William ‘Bill’ Clinton. Terlepas dari skandal seksnya dengan Monica Lewinsky, kehidupan rumah tangga Bill dan Hillary terlihat ‘baik-baik saja’ sepanjang masa jabatannya. Malah kehidupan putri mereka, Chelsea, juga kerap diekspos media. Mungkin faktor ini yang turut menyelamatkan jabatannya untuk periode yang kedua (1997-2001). Pemilih lupa akan skandal masa lalu Clinton karena ternyata ia berhasil mempertahankan keluarganya. Setelah menyelesaikan masa jabatannya yang kedua, giliran Bill yang menyokong karier istrinya sebagai senator. Kini, George Bush Jr. nampaknya juga meniru resep itu. Dalam sejumlah kesempatan ia tak lupa menyertakan istrinya, Laura, dan putri kembarnya, Jenna dan Barbara.

Jika di negeri Barat demikian, maka pemimpin negeri-negeri Timur pun juga banyak yang melakukannya. Setidaknya dulu di Indonesia kita pernah benar-benar merasakan sosok seorang Ibu Negara pada diri Ibu Tien. Media dan masyarakat memujanya sebagai Ibu bangsa. Sampai saat ini salah satu buah pikirannya, Taman Mini Indonesia Indah, masih bisa kita lihat. Kita pun sempat mengamati istri-istri presiden RI selanjutnya: Ainun Habibie dan Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (tentu saja Taufik Kiemas tidak kita sertakan), namun rentang jabatan suami mereka yang singkat membuat kiprahnya nyaris hilang tak berbekas.

Kini, nampaknya para penasehat komunikasi politik istana menyarankan Presiden SBY untuk melibatkan istrinya dalam berbagai acara dan kegiatan kenegaraan. Maka kita bisa sering melihat Ibu Ani Yudhoyono menyertai setiap lawatan suaminya. Bahkan tidak jarang, kegiatan-kegiatan lain dari ibu negara turut mendapat sorotan media.

***

Menurut Freud, laki-laki dan wanita ditakdirkan untuk menerima identitas gendernya yang taken-for-granted. Mereka mengidentifikasikan dirinya dengan identitas maskulinitas atau femininitas yang ideal di lingkungan sosial. Kalau cowok, pasti harus maskulin dan cewek pasti feminin. Itulah mengapa dari kecil seorang lelaki tidak dikondisikan untuk suka warna pink dan wanita dibuat merasa tidak pantas untuk membetulkan genteng bocor. Ujungnya, sifat maskulin dan feminin itu terinternalisasikan dalam satu paket.        

Paket maskulinitas misalnya meliputi sifat kebapakan, melindungi, bertanggung jawab, inisiatif, dewasa. Sedangkan paket femininitas contohnya tercermin dalam sifat lembut, penyayang, keibuan, sabar dan perhatian.

Sayangnya, paket-paket tersebut juga menyertakan hal-hal negatif di dalamnya. Para pria cenderung memiliki sifat egois, ambisius, tidak mau kalah, arogan dan dominan. Sedangkan para wanita dibekali sifat pasif, manja, terlalu banyak pertimbangan, emosional dan banyak mengeluh. Singkatnya, sebagai sebuah paket gender, tidak hanya kelebihan yang didapat tetapi juga kekurangan-kekurangan.

Nah, seorang pria yang menjabat sebagai kepala negara, pimpinan politik, pimpinan organisasi, dan semacamnya, adalah sosok yang sangat rentan menuai pretensi negatif masyarakat. Setiap kebijakan yang mereka ambil berpotensi menyulut pro dan kontra. Tak ada liputan media dan debat publik yang selalu bersahabat. Maka, seorang pemimpin dapat menjelma menjadi pahlawan dan monster sekaligus. Jika sudah demikian, maka gambaran sisi-sisi negatif  pria akan bermunculan.

Presiden Bush dinilai bodoh (fool), kejam dan arogan kala mengambil keputusan menyerang Irak. Mahatir Mohammad sempat dinilai egois dan tak tahu balas budi  saat memecat dan memenjarakan Anwar Ibrahim. Presiden SBY dianggap tidak memahami penderitaan rakyat dan plin-plan saat mengurangi subsidi publik yang berdampak pada gonjang-ganjing-nya berbagai sektor ekonomi. Jangan lupa, Bill Clinton secara nasional juga sempat dicap playboy dan mata keranjang tatkala skandal seksnya terungkap.   

Sifat-sifat yang dicetak tebal adalah residu dari paket maskulinitas yang saya uraikan sebelumnya. Betapa mudahnya hal ini terangkat dan menjadi isu publik, sehingga seorang pemimpin perlu bekerja ekstra keras guna mempertahankan konsistensi popularitas. Pada keadaan inilah sosok seorang first lady dibutuhkan.

Sebelumnya, jangan lupakan asumsi bahwa seorang first lady adalah perpanjangan tangan seorang presiden. Ketika ia melakukan berbagai kegiatan (kampanye sosial, kunjungan, acara peresmian, dll) maka ia turut membawakan nama suaminya. Bagaimanapun citra first lady nantinya terbentuk, baik atau buruk, semua akan kembali disematkan dalam satu paket bersama suaminya.

Terkait dengan pendapat Freud tentang disparitas gender, maka penting bagi sang presiden dan first lady untuk ‘mengawinkan’ citra positif  mereka. Seorang presiden yang bijaksana, tegas, cerdas dan bertanggungjawab akan semakin tinggi popularitasnya jika didampingi sosok istri yang memiliki kepedulian sosial, ramah, keibuan, santun dan loyal.     

Jikalau popularitas sang presiden sedang anjlok, maka citra baik dari istri akan menjadi faktor kontrol yang unik. Orang akan mempertimbangkan juga rekam jejak dari sang first lady sebelum memberikan penilaian lebih lanjut pada sang presiden. Citra presiden yang tidak peka, arogan dan ambisius misalnya, akan tertutupi oleh citra first lady yang keibuan, peduli, ramah, jujur dan dekat dengan publik.

Anda mau bukti? Selama rentang 1988-1992 Barbara Pierce Bush telah membuktikannya. Istri Presiden Bush senior ini sukses menyematkan citra ibu negara yang luar biasa di mata masyarakat. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah, hangat, santun dan memiliki gaya public speaking yang sederhana namun membius. Media dan publik AS bahkan sepakat menjulukinya sebagai “everybody’s grandmother”. Citra Barbara yang mengagumkan ini mampu menutupi citra suaminya yang anjlok drastis pasca pemilu, terutama pada masa pecahnya Perang Teluk. Meskipun suaminya tak lagi menang dalam pemilihan presiden untuk periode kedua, kenangan akan Barbara akan selalu tersimpan di benak masyarakat Amerika.

Bandingkan dengan para pemimpin yang terbiasa tampil sebagai one-man-show. Betapa mudahnya citra buruk tentang mereka dibenarkan oleh publik. Fidel Castro, Hugo Chavez, junta militer Myanmar, dsb. Jadi memang benar jika seorang pemimpin pria kadang perlu ditempeli atribut femininitas, karena jika terlalu maskulin bisa jadi akan beresiko.

Oleh karena itu, jangan pernah remehkan tugas sebagai Ibu Negara. Apa yang dilakukan Barbara Bush mungkin menjadi contoh berharga bagi anda, para calon first lady.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Evita Peron di Argentina, Ratu Sirikit di Thailand, Ibu Tien di Indonesia, atau Lady Di di Inggris. Bahkan mungkin setiap istri pemimpin dunia bermimpi untuk melakukannya. Selama noda-noda politik kepala negara masih jadi komoditas berita, nampaknya tugas seorang first lady tak akan ada habisnya.

Gw, Hari Ulang Tahun, dan orang-orang yang menyayangi gw….

Uncategorized 6 Comments »

Hari ini umur gw bergeser ke kepala dua. Luar Biasa, akhirnya sampe
juga gw ke usia 20 tahun dengan selamat, sehat wal’afiat dan penuh berkah.
Betapa tidak, puluhan orang (kayaknya lebih deh?) menemani gw melalui hari ini.
Ada yang ngirim sms (gw lampirin di blog ini, thanx bro’/sist’), ada yang
ngasiy ucapan selamat langsung (Geng RCM, dll. Gak keitung jumlahnya), ada yang
nelepon jauh-jauh (Tonggi dari Bandung, Aang dari….Wartel, wuakakak!), nitipin
pesen ke temennya buat bilang met ultah ke gw (Neqy yg lagi umrah), dan ada
yang ngerjain gw tanpa ampun, dua kali (PSDM’ers dan Humaserz). Kelompok
terakhir ngerjain gw dengan bilang lagi ada rapat penting. Gw lari buru2 dari
Fasilkom, tempat gw magang. Ternyataa……Nothing!! *Hosh…hosh, capek!* Tapi
buahnya,,,, gw dapet dua buah Buku (Judulnya: PSIKOLOGI CINTA, ps banget. Dan “catatan2
tausyiah”) dari cucu2 gw itu. Hmmm, Love U all kids!!…

 Terakhir, gw mau ngasiy
tau loe semua, siapa yang paling pertama ngasih ucapan selamat ultah bwt
gw?….Pacar gw? (Salah,,,karna gw gak punya pacar)… Istri? (Apalagi istri,
mana gue punya!)…. Jawabnya adalah…Mama gwa!!. He he. Beliau nelpon kemaren
pagi, nanya kabar gw. Kabar kuliah gw. Kabar keuangan gw? Rencana gw pulang,
karena sepupu gw mau nikah 2 minggu lagi? Dan yang pasti ucapan ultah buat gw.
Mama gw bilang supaya gw gak perlu khawatir atas apapun, keuangan, rizki,
nilai, kesehatan ,etc. Hal yang paling berharga adalah waktu beliau bilang,
“Mama gak ngasiy apa-apa ya Dhit, Mama puasa aja buat kamu!!” Ya Allah, baru gw
sadar, betapa sayangnya mama gw ke gw, anak semata wayang-nya yang gak jelas
ini… Ya 4JJI, sampaikanlah doa dan terima kasih hamba untuknya….Sungguh, ulang
tahun gw kali ini sangat-sangat penuh makna…. (Mata gw mulai sembab niy,,,, gw
udahan dulu lah nulisnya)

***

Nah, halaman ini gw dedikasikan buat temen2 yang dah nge-sms gw
sampe jam 7 malem ini. Thanks buat semuanya: semangat, peneguhan, kasih-sayang,
senyum, dukungan, doa, kritik, saran, cinta, dll (mellow banget yak!!) Thanks
sekali lagi.

 

Cie yg bsk mo 20
thn…ihiy! Waktunya mrenungi apa arti hidup lo slm ini!hehe,,sok tua ya gw?!
Syim, gw cm bs bantu saRan&suppoRt bwt smua mslh2 lo,jd..Slmt bjuang!:)

Duty, 7 July 2006, 00:48:57

Cieee. Yang
besok ultah!. Wish you biar panjang umur n always enjoy your life. Sudah punya
pacar blom?

Henson, 7 July 2006, 16:02:37

…….

“Happy Birthday
To You”

Kakek Met Ultah
Ya……….

Smoga panjang
umur

Atin PSDM
Atin, 7 July 2006, 23:56:04

Happy Birthday

Henson n Nadia
Henson, 7 July 2006, 23:59:00

Ketika kulihat
hitungan hari, kutahu ada kebahagiaan di sana yang tak dapat kuartikan. Namun,
dapat kurasakan ketika kulihat tawamu. Ada kata yang ingin kusampaikan namun
sukar kususun menjadi bait. Betapa ingin kukatakan, betapa ingin kuucapkan
“Happy Birthday to U”. Hope the best 4 U. V3. NB: Jgn lupa traktor2
(Traktir-traktir di Takor).

Fitri, 8 July 2006, 00:00:53

Ass..Mas,
selamat ulangtahun…Smg pnjg umur, sehat selalu, tumbuh dewasa, jadi anak yang
shaleh, jd suami yg saleh, jadi ayah teladan, jd ahli surga…Amin..-Nu’-

Nurul, 8 July 2006, 00:05:08

Kk-quw
sayank…met ultah ya…smg sukses in everything..smg bs jd a better person..and
hopefully U’ll always be our big bro…take care..KEKE & INDAH

Keke_maniez, 8 July 2006, 00:10:27

Ayah..Hepi
bDaY!! 20 tahun ya? Uhm, muda kali ayahQu!! Selamat datang di dunia 20! Smg
dengan berkurangnya umur ayah, btambah kedewasaannya! Amin. Smoga hidup lu
selalu diberkahi oleh 4W1, Amin. Loph you, Yah!

Dity, 8 July 2006, 00:14:29

Assalamua’alaikum

Bkn maksud hati
buat ganggu kakak tengah malem gini. Buat kakakq yang paling baek, paling bijak
n paling cakep, adek mo ngucapin (Gambar Teddy Bear senyum) Happy Bithday. Hope
4JJI will give all better in your life. Be success 4ever! <cute
(^-^)icha>

Henny, 8 July 2006, 23:57:56

(Gambar kue Tar
berhias lilin)

Selamat Ulang
Tahun Kakek!!

Radit, 8 July 2006, 00:06:04

Happy b;day
Kakek Hasyim..Wah bnr2 dah tua skrg, he he. Welcome to twenty years old he 3x..
Smoga tetep jadi Kakek yang baik + pengertian sm cucu-cucunya, dan dapet nenek
baru…Inget jatah hidup di dunia dah dikit lagi, jgn sis2kan waktu. CEpetan
lamar nenek baru untuk kita, he 3x. Ditunggu makan-makannya!! –Cucumu yang
imOet ;)

Meutia, 8 July 2006, 00:47:02

Ass, hasyim…innalilalhi..Brkurang
saTu umuRmu..Anyway..hepi milad ya..Semoga slalu ada dalam lindungan-Nya..=)

Devi Depsos, 8 July 2006, 01:09:07

Duuuuih…yg lagi
ultah!! Gi ngapain neh? Eh, dah sholat tahajud lum? Yo’ sholat-sholat!! Jgn
lupa bersyukur ma 4JJI, dah diberi ksempatan nikmati kehidupan. Oia, dpt kado
apa dari calon istri?

Fita, 8 July 2006, 03:00:35


Hasyim Whidiarto
Arum Dhita Abdul Karim..!! (bener ya?) MET ULTAH KE-20. Makin Suxes aza..N
maafin aq kalo jarang sms kalo ga di-sms duluan (emang aq temen durhaka kali,
he….)

Eka, 8 July 2006, 05:37:47

Met Ultah =>
Diajeng, 8 July 2006, 05:52:57

Gw dah trima 24
sms dari semalem. Sms loe ini yang paling pendek, Ha ha ha

Hasyim, 8 July 2006, 06:15:45
=>
SNGAJA=> Abis mau ontime, ga bangun. Mau panjang, ada yang lebih. Jd supaya
beda ndiri, ya udah yang paling pendek aja => he he :p. Slamat! Wkt hidup
loe tlah berkurang setaun makin deket ajal.

Diajeng, 8 July 2006, 06:26:29

Assalammualaikum…,
smoga 4JJI berkenan melapangklan sgala urusan, mberikan kdewasaan n kjernihan
pikiran di Usia yang brkurang 1. Barakallahu Fi Umriik.

Fida, 8 July 2006, 08:00:50

Slamat hari
lahir..wish u all d best.. Wish u a happy year..Wish u a meaningful life…Wish U
a BIG dreams come true..Wish u a next birthday..

J

;-)

:o

;-D
Rapur, 8 July 2006, 08:01:25

I know I may not
be d 1st x) But I’m gonna say this now…Happy Birthday!! I wish all
of the best 4 U!! Jgn lupa traktirannya…Hehehe… .:+Nisa+:.

Nisa, 8 July 2006, 08:11:49

Asw. KAKEK!! Met
Ultah yup.. Moga panjang umur (Tua..tua…tua), murah rezeki
(traktir…traktir…ditunggu), tmbah bakti ma ortu, +rajin ibadah, +dewasa,
+pinter, rajin nyuci, n cpt ktemu jodoh… So Ti bisa nimang tante baru..Hue.
Wass.

SefTiBol LEsungPipit, 8 July 2006, 08:57:49

Heppy bersdey
Hasyim! Heppy bersdey Hasyim! Heppy bersdey, Heppy bersdey, Heppy bersdey
Kakek! =). Aduh +umur ni yee..Kedewasaan datang belum tentu di saat umur qt
bertambah, tp saya harap kedewasaan kakek datang dalam waktu yang tepat, hari
ini. Luph. DV aguilera,, maaf ya tak bisa datang, aq lagi sakit,, =)

Devi PSDM-0856914543xx- 8 July 2006, 10:13:59

Kakekku
tersayang maaph ya, cu2 Radit spertinya gak bisa ikut merayakan ultahnya
Kakek.. Cucu Cuma bis mendoakan aja ya… Maaph ya Kakek..Tp kakek, cucu boleh
minta traktirannya gak?? Tlg dibales ya Kek.

Radit, 8 July 2006, 10:15:43

(Gambar matahari
& Teddy bear yang sedang tersenyum)

We saw the sun
rising Tiz mornin’..We thought of greeting you ….Happy birthday..(‘
J) (‘J). –Danus 0607-
08128506306, 8 July 2006, 10:37:02

Happy birthday
to U, Happy birthday to U, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to U!
Wish U all The Best (^-^) Wulan^Depor

0817113731,  8 July
2006, 10:48:41

Happy birthday
to Hasyim. Mudah2an dgn ber+nya umur, ikut jg ber+amal, +rezeki, + yg baek2.

081371430604, 8 July 2006, 11:11:48

Kakek hepi
birthday ya…Smoga jadi tambah baek dalam semua hal…Wishing U much happiness
always….x)__Nina Humas

081316874928, 8 July 2006, 09:12:02

 

Pi bday to U, Pi
bday to U, Pi bday, Pi bday, Pi bday to U!!. Hasyim, smg di umur yang sekarang
lo jadi lebih & lebih baek lg dari hari kemaren, dewasa, tau yg terbaik,
sukses, sehat, Amin

Andien, 8 July 2006, 09:37:19

Kakek…! Met
ultah ya Smoga sgala urusannya dipermudah Allah, amin… Oya, n smoga bisa
keliatan lebih muda!! Ha2!. Sori niy ga bs dtg, secara gw lagi di rumah n
perjalanan ke Kampus 1 jam…Arda.

02193240981, 8 July 2006, 11:10:06


Happy Birthday,
Hasyim! Wah, berkurang setahun niy umurnya. Smoga Kakek jadi lebih baik, bijak,
shalih n sukses. Plus disayang 4JJI, keluarga, teman n calon nenek…. He 3x.
Amin. –Erwin-

081586021398, 8 July 2006, 11:52:37

Lihatlah dr
dunia ini, yg baik bagi jiwamu ambillah, kendati lingkungan menganggapnya
jelek. Apa yang buruk bagi jiwamu, tinggalkanlah, meski lingkungan menganggap
baik., Met Milad 8 July -QiQi-

QQ, 8 July 2006, 13:14:06

Hasyim..Heppy
Blezdey yAa..!Wah2..Udah nambah Umur niy, yg ke 20-berapa? Hehe..Smg jd Hasyim
yang diharapin Ortu, +Dewasa, ttp bijak Sperti yang gw kenal, n bs dapetin Apa
yang loe mau…Amiiin…

Sarah, 8 July 2006, 15:18:04

Hepi besde
hasyim..smoga smua doa yang slalu lupanjatkan, dikabulkan sama 4JJI SWT, amiin.
N jg slalu bisa jd temen yg OK..

Uthie -0818747750- 8 July 2006, 16:48:55

Selamat ulang
tahun Bang Hasyim.. Semoga selalu mendapat kemudahan & berkah dari Allah =>
-billy-

0811922241, 8 July 2006, 15:41:31

“Dan
rendahkanlah sayapmu, tawadlu terhadap orang2 mukmin yg mengikutimu (As-Syuara:
216) Selamat ulang Tahun Bos! Semoga diberi keberkahan selalu…

DJ Idnie, 8 July 2006, 18:27:00

Aslm. Gw
mendapat mandat niy dari “si ibu” 2 say happy bday2u.. Hayo2.. Jgn lupa Traktir! ^-^ Mandat-nya sblum berangkat, sms
tengah malem gitu…Bwt siy dr.Gigi jg, dy ultah kmrn..

Duty, 8 July 2006, 16:09:15

Rebutan Mertua !!

Uncategorized 6 Comments »



Alkisah, kontrakan kami –Rumah Cemara Mungil (RCM)- kedatangan tamu
agung. Bukan Presiden yang dateng, apalagi Miss Universe, tapi yang
dateng adalah keluarga besar Yudhis, temen gw yang gokil-cerdas
naudzubillah, anak FE-UI asal Probolinggo. Kebetulan, adeknya
keterima di UI lewat jalur PPKB (PMDK-nya UI), Fakultasnya Psikologi
(sebelah kampus gw). Kebetulan juga, Gw, Yudhis dan Mujahid sama-sama
PMDK. Jadi yah, ibarat nostalgia masa lalu lah!.


Adek-nya
Yudhis ini, perempuan. Karena itu, di antara gw ber-empat (Yudhis,
Azani, Mujahid, Gw) mulai menjamur guyonan-guyonan seputar
‘melanjutkan persahabatan ke persaudaraan’. Rame banget siy, tapi
seringnya Yudhis en Azan yang mencak-mencak –cuz mereka sama2 punya
adek perempuan-. Contohnya, Yudhis jadi sering dipanggil “Mas
Yudhis”, menandakan ‘keseriusan’ tersembunyi (dan berbahaya, )
dari kami. Kalo Azani, berhubung dia orang Melayu, maka kita
manggilnya “Abang Azan”. Nah, kalo dah dipanggil2 kayak begitu,
dua orang ini tiba-tiba senyum-nya jadi laen. Jadi menyeramkan.
“Temen siy temen, tapi kalo jadi ipar, TUNGGU DULU!”, ha ha ha.
Gitu kira-kira! Nah, akhirnya Yudhis-lah yang duluan membawa keluarga
besar-nya!



Selasa Pagi, Pukul 06.15, gw-Azani-Mujahid masih pada tidur selepas
Shubuh. Yudhis (seharusnya) masih mudik di Jawa Timur. Tiba-tiba
telpon berbunyi. “……..” (ringtone-nya Azani).”.



“Samlekum, Halo, sapa niy?” ngantuk, ngusap iler!


“Waalaikum salam. Yudhis niy, dah sampe Jakarta, lagi di Sudirman
(kalo gak salah)!. Siang nanti sekeluarga mau kesana, NGINEP,
ber-enam! Siap-siap yak!”


“Glek” iler ketelen!.


Reaksi
normal Azani adalah membangunkan gw berdua yang masih tidur,
mengabarkan kedatangan Yudhis yang tiba-tiba (dan lebih cepat), dan
merencanakan langkah selanjutnya. Nah, setelah itu baru kita
(bersama-sama) bereaksi tidak normal…..PANIK!


Baju-baju
kotor numpuk dan menggunung di dapur. Mending kalo jelas
asal-usulnya, kadang malah kecampur-campur. Kalau dah begitu,
beruntung aja yang bajunya kecuci ma orang laen. Bekas makanan
semalem: kardus Pizza, cup plastik Starbucks, remah-remah roti
SevenGrain, tumpahan saus Thousand Island khas Planet Hollywood
dan……(Tunggu-tunggu, anda tentu tidak menduga kalau cerita soal
makanan ini akan muncul dalam kehidupan mahasiswa rantau kan? Jadi
yah, maaf saja! Memang demikian adanya…cuma pemanis cerita, he he).
Singkatnya, dapur sedang luar biasa berantakan.



Kamar tidur? Wah, kamar siapa niy yang dipake?. Akhirnya diputuskan,
kamar gw dan Azani-lah yang bakal disulap jadi President-Suite.
Karena tuh kamar ada kamar mandi di dalem, jendelanya ngadep
pemandangan (bibit bunga-bunga kamboja yang disemai tetangga, dan
yang pasti….PALING BERSIH daripada dua kamar laennya.   

 


Dan, priiiiiiiiiiiiiiiiiit! Kerja rodi pun dimulai. Gak da waktu
lagi, karena jam sembilan  kita semua kudu berangkat. Akhirnya
dibagi-lah tugas sbb: Gw ngurus kamar, Azani nge-pel ruang tengah dan
depan, nyuci karpet. Sedangkan Mujahid nguras kamar mandi sama
bersih2 dapur. Fiuuuh, sepanjang bersih-bersih tak habisnya gw dkk
ledek-ledekan, tentang sapa yang bakal ‘dipilih’ jadi menantu
oleh keluarga besar-nya Yudhis. He he. Entah ngaruh ato nggak, itu
bikin kita ber-tiga jadi bener-bener smangat buat buru-buru
nyelesai-in tugas masing-masing.



Sejumlah halangan dan permasalahan sempat bermunculan, misalnya:

  1. Kasurnya
    kurang niy, gimana dong?. Akhirnya Gw nyeret aja kasurnya Mas Pipin
    yang udah di-sprei merah. Gak ada yang fell guilty tuh, kan tamu
    adalah raja, ha ha ha. (Cerita-nya Mas Pipin sedang tak ada di
    rumah, berkelana!).

  2. Di ruang
    tengah ada foto2 narsis kita sndiri-sendiri. Nah, si Azani ‘kesel’
    aja karena foto Mas Pipin paling banyak dan gedhe-gedhe. Biar
    ‘saingan’-nya fair, poto2 Mas Pipin pada diumpetin dulu,,,,Dasar
    Azan!!

  3. Setelah
    semua beres, kita justru kebingungan. Cuz banyak barang yang harus
    “disembunyikan”, baju, buku2, tas, dll. Bagaimana ini? Akhirnya
    diputuskan untuk MEMASUKKAN SEMUANYA KE KAMAR NO.2, yakni
    (lagi-lagi, maaf) kamarnya Mas Pipin + Arifin, karena emang tuh 2
    orang jarang banget ada di rumah.

  4. dll, yang
    dapat diselesaikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang
    sesingkat-singkatnya..


Jreng!!!.
Dalam waktu sejam lebih dikit, RCM berubah jadi sangat cantik. Lantai
putih-nya makin mengkilap dan wangi. Kamar tamu-nya berubah jadi
artistik karena seprei baru dan tambahan dua buah cermin ukuran big
size (nah, kalo yang ini ide gw), en interior minimalis, karena emang
gak ada apa-apa lagi, . Sayangnya TV
gw masih dipake nonton bola di kampus, jadi hiburannya cuma compo en
VCD player, yang tentu aja gak guna apa-apa kalo gak ada TV-nya
(mending dijadiin papan cucian aja, wuakakak). Kamar mandi juga
bersih. Dapur kinclong…dan…..We’re ready for the arrival!!



Akhirnya gw, Azani, Mujahid pun berangkat bareng2 sambil
senyam-senyum sendiri. Ngebayangin aja wajah-wajah keluarganya Yudhs
(Bapaknya, Ibunya, neneknya, 2 orang adeknya yang cewek) waktu liat
betapa ‘mambanggakannya’ hunian kami tercinta. Syukur-syukur kalo
salah satu dari kita bisa……(ha ha ha, mupeng gak jelas). Lagi,
kita ledek-ledekan.



Jam 14.20. Gw di Ruang Senat, Mujahid kalo gak salah lagi KP di
Fakultas Teknik, Azani lagi SP di kelas, nerima SMS. “Bip bip”



“Aslm. Afwan, kayaknya keluarga ane gak jadi nginep di rumah, malem
ini nginep di tempat saudara. Masih belum tahu bakal kesitu ato
nggak, MUNGKIN BESOK. Ntar dikabarin lagi –yudhiz-“



Aaaaaaaaaaaarghhghghgg!!

catatan kecil: Feromon..,Gw dan Anggia

Uncategorized 3 Comments »

Blog ini terdiri dari dua bagian yang sambung-menyambung. Gw nulis dua paragraf pertama, sebelum akhirnya dipanggil rapat sama anak2 PSDM plus Zidni. Komputer gw tinggal aja, gak tahunya di situ ada Anggia, salah satu staf gw –berjilbab panjang, tough, dan termasuk yang paling rewel soal masalah “begituan”. Dia nyuri2 baca tulisan gw dan…….. dilanjutin!. Waduh,,, tapi setelah gw baca, isinya nyambung juga kok, he he. Nah, inilah tulisan kolaborasi dadakan, gw dan Anggia.

***

“Tadi pagi, gw ngobrol sama Neqy. Neqy tuh adek kelas gw di Kom UI. Kebetulan dia mau berangkat umroh minggu depan, jadi dia nanyain gw mau nitip doa apa selama dia di tanah suci. Maka, setelah gw mengetik semua wishes gw, tuh kertas gw kasih dia di Taman Korea. Bisa jadi, itu pertemuan terakhir kita dalam sebulan ini, cuz dia gak akan ke kampus lagi sampai pulang umrah, bulan depan. Seperti biasa kalo kita ketemu, terlibatlah kita dalam sebuah perbincangan seru, tentang…………Feromon.

Feromon tuh adalah nama senyawa kimia yang dimiliki serangga. Zat ini dapat digunakan lebah untuk menarik pasangan. Baunya dapat dipindai sampai jarak 500 km. Luar biasa. Dengan bau-bauan itulah, lebah dan serangga lainnya dapat mencari pasangan yang di’mau’nya. Lebah jg gak perlu TP-TP untuk mencari pasangan, cukup dengan hormon itu, ia dapat menaklukkan pasangannya. Jujur, gw juga baru tahu tentang itu dari Neqy. Itupun karena -setelah obrolan itu- berkesimpulan  bahwa kita sama-sama memiliki Feromon yang berlebih.

Dalam konotasi positif, memiliki banyak Feromon berarti potensi untuk memiliki teman.” (gw dipanggil rapat, Anggia masuk, baca ketikan ini dan dilanjutkannya). “Sedangkan dalam konotasi negatif, Feromon berarti potensi untuk senantiasa berdekatan dengan lawan jenis dimana hal ini merupakan hal yang manusiawi dari seorang manusia. Manusiawi, namun karenanya-lah sebuah sistem diciptakan oleh Sang Maha Sempurna untuk memanusiakan manusia.

Feromon, kali ini hanya merupakan pembuka kisah curahan hati Kakek Hasyim kali ini. Kakek Hasyim, adalah kakek kami di organisasi Senat Mahasiswa FISIP UI yang memiliki keinginan untuk mencari seorang nenek dalam mengisi kehampaan hidupnya. Kakek Hasyim, adalah tempat Bunda, Mama, Oom dan Tante kami berbagi. Kakek Hasyim adalah kakek, baik dari segi wajah maupun pengalaman hidup, bagi kami. Saat kami menulis ini, kakek sedang berada di ruangan rapat bersama Bunda, Mami dan Abi Uchi Abi Gam. Mereka bersama, membahas permasalahan hidup yang kian hari kian kompleks. Betapa hidup demikian berwarna, dimana warna tersebut menggores kertas putih hati yang membuat jiwa kian kaya pengalaman menapak sebuah pendewasaan. Bersama, mereka menggores cerita dalam hidup yang kelak akan menjadi kisah klasik untuk masa depan. Masa depan, memang belum tampak hari ini. Semua demikian abstrak. Namun patut direnungi, bahwa dunia hanya akan dirubah oleh orang-orang yang berteguh hati. Sulit, memang. Namun tak adalah salahnya berusaha. Toh, Sang Pencipta menilai usaha.

Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Ia cintai dan orang yang ia benci. Dan Ia tidak akan memberikan iman kecuali kepada orang yang Ia cintai

(H.R At-Tirmidzi)

—-presented by Battle of Hadits Team, Kakak dan Abang——

Kakek, kami hanya ingin berpesan sekadarnya. Hati manusia, Dia-lah pemiliknya. Kebahagiaan, kesedihan dan berbagai rasa yang tercakup didalamnya merupakan kehendak-Nya. Berusahalah untuk dicintai-Nya, Kek, maka manusia akan mencintaimu. Hidup ini singkat, terlalu singkat untuk diisi dengan kesemuan dunia (baca: hanya janji Sang Pencipta yang tak pernah ingkar)”

***

—”Village Rhapsody”–

Uncategorized 8 Comments »

***

Bismilahirrahmanirrahim…

Gak nyangka aja, blog gw ternyata dibaca dan ditunggu2 oleh banyak orang. Delapan tulisan yang gw posting dalam seminggu terakhir ternyata berbuah dua-puluhan comment. Ada dari Shinta PS, Sefti, Candra, en aJENg, Gelar, dan bahkan Dedy yang masih di Jepang sono. Thanks buat pendapat2-nya. Setidaknya, loe2 semua ‘menyemangati’ gw untuk terus nulis di blog ini. Juga kepada para pembaca yang setia menunggu blog2 guwe. Ada Mas Pipin, Azani, dan nama2 lain yang udah ‘numpang’ baca(saja). Especially buat Mas Pipin, nambah lagi ritual anda pagi-pagi: membaca blog saya!.

Lagi di Puncak niy!, jam setengah satu pagi. Duduk sendiri di beranda villa, menghadap sebarisan cahaya yang berkelap-kelip di ujung-ujung bukit yang meng-kubah-i villa ini. Gw sendirian, angin semilir lembut menyentuh wajah gw. Anehnya, gw gak brasa kedinginan tuh.

Gw pandangin lagi langit di atas gw. Gak da bintang, mungkin dah pada pulang. Dah dini hari sih…….. Yang bisa bener2 gw rasakan adanya adalah suara-suara di bawah sana. Suara gemericik sungai dan nyanyian jangkrik yang panjang.

Lewat sebuah pesan-pendek, dalam perjalanan ke Puncak, seseorang me-request tulisan tentang masa kecil guwe. Tulisan tentang pengalaman gw tinggal di tempat yang tak banyak terjamah peradaban modern. Tempat dimana loe bisa lupakan rutinitas kota besar yang kronis.

Akhirnya, gue nukilkan buat kalian satu potongan hidup gw ……

***

Rumah, Sekolah dan Kuburan China

Gw sempat tinggal bareng kakek dan nenek guwe di Desa Ngandong, Kecamatan Karang Tengah Prandon, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Gw pindah ke situ waktu gw kelas 2 SD. Sebelumnya gw tinggal di Mojokerto selama dua tahun. Karena banyak alasan, nyokap gw ‘memindahkan’ gw di rumah Mbah Kakung dan Mbah Putri guwe.

Desa tempat gue tinggal adalah tipikal gambaran yang pas soal desa jaman ‘orde baru’. Penduduk masih jarang, areal persawahan luas, dsb. Desa gw sendiri cukup terpencil letaknya dari kota utama, sekitar 30-an kilometer. Untuk sampai ke rumah gw, loe harus berhenti d ujung gang masuk desa, menyusuri jalanan tanpa berbatu tanpa aspal, naik turun –karena letak tanahnya yang berbukit-bukit-. Baru sekitar 1 km berjalan, loe bisa mulai menemukan rumah-rumah penduduk. Habis itu, kosong!. Lahan lagi, sawah lagi, baru rumah lagi, demikian seterusnya. Rumah gw ada di ujung desa, 100 meter dari Sungai. Kira2 kalo jalan kaki dari mulut desa, loe bakal makan waktu 40-an menit untuk mencapai rumah gue itu. Nah, tahun 1992-1993 tinggallah guwe di sana.

Desa gw tuh termasuk desa yang ‘agak’ tertinggal. Waktu itu, bahkan listrik pun belum ada. Jalanan belum diaspal (mpe sekarang, bahkan). Air nimba dari sumur. Makanan, sebagian besar didapet dari tanaman di sekitar rumah. Ke pasar kota pun jarang2. Kalo lo pernah baca buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia SD tentang desa-desa, yah kayak begitu-lah gambarannya.

Nah, gw disekolahin di Sekolah Dasar bermahzab-kritis. Jangan loe mikir gw diajarin pemikiran2nya Adorno, Marx, Habermas atau Herbert Marcuse. Kritis di sini maksudnya adalah kritis dari segi fasilitas, bangunan, maupun infrastruktur lainnya. Maklumlah, namanya di desa, anak2 sekolahnya juga pada banyak yang hidup biasa-biasa aja. Sekolah gak pake sepatu tuh dah biasa banget. Karena untuk ke sekolah, temen2 gw harus nyebrang sungai dulu dan menyusuri sawah-sawah becek. Belom lagi kalo musim ujan, makin berat aja jalanan menuju sekolah gw tercinta itu.

Gw sendiri termasuk yang beruntung. Gw pake sepatu, buku2 gw lengkap, alhamdulillah gak lebih berkekurangan daripada temen2 gw. Jarak dari rumah gw ke sekolah tuh kira-kira 50 menit jalan kaki. 40 menit ke mulut desa, plus 10 menit lagi jalan ke sekolahnya, di pinggir jalan raya. Lumayan capek-lah. Waktu jalan pulang, panas-panas, yang guwe inget cuma segarnya air putih dalam kendi tanah liat di rumah. Suer… gak da minuman sesegar itu. Hmmm..

Kalo pagi siy, gw siy selalu sarapan di rumah. Tapi gw kadang2 juga minta duit buat jajan. Gw inget banget selalu dikasih gak lebih dari 25 perak. Dua puluh lima perak man! Bisa beli apa jaman sekarang? Garam pun gak bisa. Jaman dulu siy 25 perak tuh adalah harga: satu bakso celup, atau satu gelas es cendol/dawet, atau satu gorengan. Jadi kalo gw dah beli bakso celup, dan gw kepedasan, gw harus nahan hausnya. Ato kalo dah minum es dawet, berarti gw harus nahan ngiler karena gak bisa makan-makanan pedes kesukaan gw.

Konyolnya, gw juga sering pake tuh duit buat beli pris-prisan. Tahukah kalian apakah itu pris-prisan?. Nah, itu adalah game untung2an. Loe, bayar 25 perak. Loe milih satu lobang diantara 100 lobang yang ditutup kertas. Nah, kalo beruntung, loe bisa dapet mainan, atau duit, 100 or 500 rupiah misalnya. Kalo beruntung siy. Nah, seringnya gw malah gak beruntung, paling sering siy cuma dapet stiker. Nah, kalo udah begitu. Waktu haus atau laper di skolah, gw cuman bisa ngeliatin tuh stiker. Karena duit gw dah abis. Ha ha ha.

Apalagi ya? Ohya, depan sekolah gw tuh ada lapangan gedhe banget. Di depannya lagi ada kuburan Cina (yang makamnya gedhe-gedhe itu). Gw sering maen di situ: petak umpet, bentengan, tembak-tembakan, dll. Kita sering nginjek2 kuburan orang di situ. Kalo lagi nganggur ato istirahat, biasanya siy kita nongkrong2 aja di situ bareng kakak2 kelas gw. Ngobrol ato tanya2 buku cerita baru ke gw. Gw dulu yang paling suka baca buku. Jadi sering disuruh cerita2 soal buku yang barusan gw baca.

Suatu hari, ada pembongkaran kuburan yang (katanya siy) mau dipindah. Jadi kuburannya dibongkar dulu dan peti matinya diangkat pake alat berat. Waktu itu, dari jauh –dr jendela kelas- gw ngerasa serem banget liat petinya, berat en besar banget. Siangnya, waktu pulang sekolah. Gw liat dari deket kuburan yang abis digali itu, bareng temen2 gw. Sumpah, gw ketakutan dan merinding abis. Karena waktu maen petak umpet kemarennya gw sama temen gw (namanya kalo gak salah Sutomo) ngumpet di situ. Mending kalo ngumpet doank!, tapi kita juga kencing di nisan itu!. Wuakakak, masyaallah. Jadi kita tuh ketakutan karena takut bakal dikejar2 roh si mayat. Hua ha ha…

***

Sadar Kamera/Microphone Sebaiknya Dimulai Sejak Usia Dini

Nah, berhubung gw berasal dari keluarga yang well-educated, maka jadilah gw anak yang paling pinter di sana (Jreng, he he he –sambil bgaya kayak Pangeran Bertopeng). Gw ranking satu melulu. Gw juga paling sering minjem buku di perpustakaan. Dan gw yang paling jago…..ber-BAHASA INDONESIA. Soalnya yang laennya bahasa tutur-nya adalah bahasa jawa. Hebat kan? Gubrak!

Gw jg pernah juara lomba puisi se Kecamatan. Di Kabupaten gak menang siy, tp gw bangga karena gw peserta yang paling kecil. Secara, musuh gw anak2 kelas 5 or kelas 6 semua. Gw inget bacain puisi Pangeran Diponegoro-nya Chairil Anwar…. Sejak itu, nambah satu lagi bakat gw yang ter-revealed: Baca Puisi. Karier puisi gw berlanjut terus sampa gw pindah ke Mojokerto (other life’s pieces, Published Soon!).

Gw jg sempet nongol di radio. Ngisi acara anak2 gitu deh, tapi rame2 sekelas. Gw kebagian baca puisi sendirian. Cool banget! Ketika gw pulang siaran, gw disapain orang-orang desa sepanjang jalan. Rupanya Mbah kakung gw dah wanti-wanti para tetangga untuk denger siaran gw. Radio pake baterai emang satu2nya media elektronik yang village-wide di situ (nyaingin istilah worlwide-nya si Ajeng, J). Gw bangga banget dong. Kalo gw inget2 kisah itu sekarang. Ya Allah, betapa lugunya kehidupan kayak begitu.

***

Tahan nafas dan Byur!!!,

Mandi di sungai tuh kegiatan favorit gw. Banyak tempat yang bisa di-cebur-in oleh gw dan kawan2. Habis jalan2 di sawah, atao maen bola. Udah deh, nyebur2 aja, ber bugil2 ria. (Masih anak2 kecil lah ya!, jgn dibayangin gw melakukannya lagi sekarang. Glek!). Walaupun gw gak bisa berenang, gw asik2 aja. Apalagi kalo nemu batang pohon pisang yan hanyut di sungai. Wah, bisa maen perahu2an tuh!. Terus ada juga bagian sungai yng terletak di sisi tebing, sekitar 4 meteran. Kita biasa loncat dari situ, dan…….. Byur!!, air berkecipak kemana-mana, menyelam sesaat, dan kita sama2 teriak tanda telah menunjukkan keberanian. Duh, rindunya gw akan saat2 itu.

Nah, kalo dah mandi di kali gitu, nyokap gw slalu marah2. Cuz katanya gak higienis-lah, and the bla 3x. Terus gw disuruh mandi lagi di kamar mandi. Ya udah, paling gw masuk kamar mandi terus ambil gayung-buang, ambil-buang, ambil buang. Gitu aja, Pura-pura mandi. Trus ganti baju. Bandel banget gak sih gua?, duh!. Lama-lama nyokap gw nyadar, kok badan guwe gak bau sabun ya?, maka dijewerlah gw dan dimandiin!. Duh, Mama maafin Dhita ya! Dhita? Yup Dhita. Dari kecil panggilan gw adalah “Dhita”. Baca blog sebelum2nya deh, ada sedikit cerita soal sejumlah ‘nama’ gw, dari kecil mpe kuliah!   

Sore2 kalo semua urusan dah beres. Gw selalu sholat maghrib di mesjid. Jaraknya lumayan jauh juga, kira2 15 menit-an jalan kaki. Berhubung gak ada listrik dan penerangan. Maka gw selalu bawa obor malem2. Pulangnya pun sekalian habis sholat Isya, karena bis maghrib gw belajar ngaji dulu sama Ustadz Sulis. Sama dia gw diajarin tilawah yang baik dan benar. Orangnya educated, cool dan baek banget. Habis isya, gw pulang rame2, sambil bawa obor itu tadi. Kalo sempet, kadang kita mampir dulu di rumah Pak Lurah yang punya TV pake aki (accu, tahu kan?), nonton dulu sebentar. Gw paling suka nonton acara Kethoprak. Kayak wayang orang gitu. Apalagi waktu booming-nya cerita sinetron-kethoprak Ampak-Ampak Singgelopuro. Gw hampir pasti nonton di rumah pak lurah itu. Sampe sekarang pun gw masih suka nonton acara2 kayak gitu, bikin gw feels like home. Sekaligus ngingetin segala keluhuran budaya bangsa. Cieeeeee!, apaan siy!

***

Akhirnya gw harus pindah dari desa itu, tepat setalah gw naik ke kelas tiga. Cuman seminggu gw di kelas III, gw pindah ke Mojokerto cuz nyokap gw akhirnya gawe di situ. Goodbye, my village!.

Somethin’ Stupid

Uncategorized 1 Comment »

Somebody had told me ‘something-stupid’ this night. I laughed, and I wrote ‘another-thing-more-stupid’ for her. Fiuh…. Truth-revealing is coming so fast, out of control– just in looks. But I am glad, our races is still on the track. And suddenly, I remember this sad-story.

***

"Once upon a time in Russia, a young-couple lived in their beautiful house. The husband loved his wife and vice-versa. One day, the King asked all men serving his country as soldiers. The country was under attack. So, the husband left his lovely-wife due to his loyalty.

Far far away from his homeland, the husband was captured and jailed by the enemies. Nothing could be informed to his wife. Nobody knew what had happened to this man. When the war was over four years later, the wife still couldn’t find her heart-pieces. Many friends told her about death. But, she denied it. She believed that his husband was still alive. Every night, she served a dinner in the dining room. She cooked what his husband loved to eat. She had been waiting and waiting, and began to fall asleep till sunrise, hoping that her beloved-husband will enter the door, smiling and of course, coming alive. She did that day by day.

The man who had been captured in enemy’s hand was in his runaway journey. Wearing wacky clothes, untreated looks. He was chasing his way home, imagining his wife waiting in front of him. The husband arrived in his house. It was late night. When he was close to the door, he saw from window a head lied down in dining table. It was his wife. She’s still as beautiful as he remembered four years ago. But, he was surprised when he saw meal served in the table. Suddenly, he thought, “Oh, my God, I left you these 4 years with nothing. I know, how sorrow it became”.

He looked to himself and said, “I’m wondering that you still recognize me or maybe you think I was dead, years ago”. “And, yaah..” Suddenly he thought, “You might be needed a new man to protect you. And now, you must be waiting your new husband for coming.” The man said that word sadly. He thought that the food are served for somebody -his wife’s new husband-. He assumed that if he entered the house, he would ruin his wife’s new-life. “I think its better for me to go, leaving you with your new happiness. I love you, and I don’t want to destroy your life pieces anymore”

Nobody knew about this man arrival. In the morning, when the women woke up, she cleaned the table. The food she cooked was still same, untouched. She continued his life like usual. Doing any housewife-work, watering flower she ever planted with his husband, etc. She’s still in her faith. The man she loved would comeback in her life”

***

Sounds stupid? Sometimes I think so, but it teaches me a lot about "honesty". Being honest means that you say what exactly and actually happened to others. Your silence might be meaning a lot. Just imagine if the man chose entering the house, waking his wife up, and tell her who he was. So, this story will be a happy-ending story. But, silence killed everything: the women’s long waiting, the man’s bloody escape.

Who knows, something you keep can affect other’s life. Tell them what is in your head. Even it’s hard, truth can be a best way overcoming problems and clouds. And I’ve just learned that, from thing happened last night.

Thanks for you who taught me this lesson!

Catatan kecil: Matematika, misteri

Uncategorized 2 Comments »

         Selama ini gw nyari duit dengan kerja jadi tutor privat, kebanyakan mata pelajarannya Matematika. Tapi tahukah elo semua, bahwa waktu UAN tahun 2003 kemaren nilai Ebtanas gw tuh cuman 5.72? Waktu tahu gw dapet segitu, gw gak bingung sama sekali tuh. Bukan berarti gw ngasal ngerjainnya, tapi dari awal gw yakin tuh ujian cuman ujian perpisahan belaka.


Alasan utamanya, gw sama sekali gak ngincer jurusan IPA di kuliah nanti. Gw ngerasa guwe tuh gak Eksak banget. Gw gak kebayang jadi insinyur, apalagi jadi dokter. Gw masuk IPA pun juga karena ‘dipaksa’ guru gw yang gak ngebolehin gw masuk jurusan Bahasa. Akhirnya gw iya-in aja saran wali kelas gw karena jaminan gw bakal dapet formulir PMDK dari UI. Setengah hati gw masuk IPA, setengah hati juga gw belajar-nya. Soal Matematika yang cuma dapet 5 itu pun ternyata gak banyak ngaruh dalam hidup gw. Secara gw (untungnya) dah diterima di UI. Jurusan gw Sosial pula. Yang lebih parah lagi. Sohib gw yang diterima PMDK di HI UI malahan Matematikanya cuman dapat empat koma. Ha ha ha ha….


Gw lantas terinspirasi sama ramenya protes soal standardisasi kelulusan yang justru bikin banyak orang yang gak lulus, terutama soal Matematika. Dengan nilai standar kelulusan 4.5, ternyata banyak orang Indonesia yang gak lulus loh!. Lebih wah lagi tatkala mereka2 yang gak lulus ini marah-marah, protes, ada yang nangis2 juga. Intinya, gimana caranya supaya mereka bisa dilulusin, walaupun dengan menghiba-iba. Hu hu.


Gw justru jadi ketawa sendiri. Karena dari ilmu psikologi gw tahu otak kanan – otak kiri manusia diciptakan berbeda-beda proporsinya. Jadi wajar kalo ada yang jago matematika, jago bahasa, jago public speaking, jago ngelukis, dsb. Orang sehebat Da Vinci –yang otak kanan dan kirinya klop- memang jarang ada, namun setidaknya orang akan punya hal yang menonjol dari sisi otak yang lebih optimal.


Kembali ke soal UAN tadi, gw merasa pemerintah tuh dah baek banget loh. Di Luar negeri, nilai 4.5 tuh dapet E, alias gak lulus. Jadi kalo pemerintah masih ngelulusin yang nlainya gak mencukupi, duh betapa rendahnya kualitas pendidikan kita. Masalahnya siy repot juga. Yang gak lulus kan banyak, sementara mereka juga butuh buat nyari kerja pake ijazah mereka. Belum lagi biaya pendidikan yang gedhe yang seakan jadi sia-sia aja. Baru kemudian berturut-turut alasan gengsi, malu, dsb.


Gw siy gak pernah malu dapet nilai 5 di NEM gw. Karena emang gue akui gue gak jago-jago banget soal itu. Tapi bukan berarti gw akan ngijinin anak2 gw ngikutin ‘sejarah’ Bapaknya. Biarlah mereka gw suruh mereka les Matematika sampe botak. At least, gw turut membantu negri ini mempertahankan martabatnya.


* * *


Gw buka-buka lagi rapor SMP gw. Ada foto gw yang masih culun berponi. Lembar demi lembar gw buka. Kadang senyum, kadang ketawa. Gw liat lagi setiap kolom nilainya. Mmmm, ada kenangan tersendiri yang berlompatan di depan kening gw. Sampai akhirnya gw buka halaman rapor kelas 3 Caturwulan I. Gw liat kolom mata pelajaran Matematika. Gw masih gak percaya, ada 2 digit angka di situ. Satu2nya nilai rapor gue yang isinya dua digit…… 

Ku Yang Tak Pernah Bisa

Uncategorized 1 Comment »

Entah ini ‘penyakit’ atau bukan, gue tuh paling gak bisa marah sama orang. Suer!. Dari dulu sampai sekarang kayaknya janggal aja kalau loe liat gue marah. Coba tanya beberapa orang yang kenal (atau pernah kenal) gue, berapa kali gue marah sepengetahuan mereka. Gue sendiri gak tahu, sesakit-sakitnya gue disakiti orang, rasanya belum pernah tuh gue ngelabrak atao maki2 mereka!

* * *

Misalnya, gw pernah ditabrak supir angkot di Cililitan. Waktu itu gue make motor temen. Di perempatan, lampu udah berubah merah. Gw adalah pengendara terakhir yang jalan right after lampunya pindah dari ijo ke-merah. Eh, tanpa disangka ada angkot yang ngebuntutin, gw yakin pasti tuh angkot masih jalan meskipun lampunya dah merah. Gw cuek aja. Tiba-tiba, mobil di depan gue berhenti. Otomatis gue berhenti dong. Eh, gak taunya, angkot yang ngikutin gue berhentinya telat.

“Brak…”. Moncong angkot nabrak slebor en ban belakang motor. Gue kaget setengah mati. Lucunya, bagian belakang motor gue tuh ‘nyangkut’ di bemper angkot. Nempel!. Kata mas-mas di pinggir jalan, bentuknya jadi kayak motor yang lagi nyeret angkot. Gubrak!!. Untung gue-nya gak apa-apa. Kaget sih iya, cuman jadinya gue kayak orang kebingungan aja di tengah perempatan.

   

Motor gue tarik dari bemper. Eh gak bisa2. Datang pertolongan, 2-3 orang gitu deh, guwe lupa. Akhirnya bisa juga dilepas. Fiuh… Abis itu gue minggir dan gue cek. Ternyata slebor gue tinggal separo. Lampu sen kanan belakang retak. Si supir angkot minggir juga dan keluar dari mobil. Dia lalu nawarin damai, ngasih duit ke gue, tapi tetep bilang juga kalo dia baru keluar dari pool, en gak punya duit banyak, demikian seterusnya….kalau kata temen2 gue, “itu mah diplomasi standar supir angkot yang lagi nabrak orang”

And you know what?. Gw justru jadi gak tega sendiri waktu dia ngasih gue lima lembar lima ribuan. Kalkulasi otak gue, ganti rugi kerusakan siy emang gak banyak2 amat. Toh, motornya masih ada garansinya. Walhasil, entah ada kekuatan dari mana, gue balikin tuh duit langsung ke ke kantong si supir angkot. Terus (lagi-lagi, moga2 gw gak kesurupan) gw ingetin dia supaya hati-hati. Gw tanyain berapa anaknya, rumahnya di mana, dsb. Eh, dia kayaknya jadi malah gak enak gitu sama gue. Akhirnya, gue nglanjutin perjalanan. Untung aja mesin motor sehat wal-afiat. Tapi gue justru berangkat dengan bekal baru: doa dari si Supir Angkot. Katanya, moga2 gue sukses jadi orang! Amin.

Balik lagi di kampus, gue dimarahin Nisa sama Eko. Mereka siy lebih setuju kalo gue terima duitnya. Ato bahkan ngegiring tuh supir angkot ke polisi. Biarlah mereka kapok, dan dihukum. Toh, tipikal semua supir angkot juga brangasan. Hmmm, gw jd mikir juga siy. Tapi gue gak yakin bakal bersikap bagaimana lagi kalo ngadepin keadaan serupa.

   

* * *

Yang laen lagi, niy soal kerjaan di Biro Humas Senat periode kemaren. Gak tau kenapa, gw tuh sayang banget ma anak2 gue. Sebut nama mereka satu per satu deh, pasti gue punya ‘sesuatu’ kenangan yang bisa gue ceritakan dengan bangga buat loe semua. Tapi lagi2, gue jadi kayak blunder juga. Dengan gue berperasaan begitu, gw tuh jadi gak tegaan. Gw cuma berasumsi dalam hati, “Dengan gue ngerti loe, maka loe harus ngerti guwe”. Gue bahkan berdoa semoga anak2 gue tuh jangan sampe ada masalah.

Ternyata, approach kayak gitu bikin gue capek juga. Karena gue gak bisa kasih mereka sanksi apapun. Gue dah terlanjur pasang mode keluarga di organisasi gue. Dan kadang jadi bumerang aja. Akhirnya, sejumlah kerjaan gue kerjain sendiri juga. Atau ada juga anak2 gue yang kerjanya jadi dobel. Duh, gw minta maaf ya.

Gue nyadar banget kalo gak-bisa-marahnya-gue tuh bakal berpengaruh sama pandangan orang tentang ketegasan.  Makanya, gue lagi belajar untuk sedikit lebih tegaan lagi. Bukan dalam arti buruk, dalam arti konstruktif tentunya.

Dan ternyata….Gw bisa juga!!. Kemaren waktu STLT gw marah selama sekitar….30 detik. Gw kesel ma anak2 yang gak bisa dibilangin. Disuruh briefing, malah foto2 menggila. Maka, marah-lah gue. Apalagi tak ada pengeras suara yang menggelegar sebagaimana biasanya.

OK Hasyim, Tunjukkan Marahmu! (Hua ha ha, kayak iklan rokok)          

Satu minggu & 2 Lagu James Blunt Dalam Hidup Gue

Uncategorized 5 Comments »

Part I

My life is briliant ………………………. ………………………. I saw an angel, for that I’m sure….. ……………… She was with another man ……………… (James Blunt, You’re Beatiful)

Hua ha ha…., gak nyangka-gak nyangka. Ternyata 3 hari gak nulis blog, gw banyak begitu banyak inspirasi. Saking banyaknya gw mpe lupa mau nulis apa, dari mana dan berapa banyak.

Jumat-Sabtu-Minggu gw sibuuk banget, ada acara di kampus. Namanya SuperTeam Leadership Training (STLT). Acara ini adalah team-building-nya anak2 Senat yang baru, 06/07.

Jika taun lalu gw jadi panitia, maka sekarang kita ber-13, BPH inti en Setjen yang jadi panitianya. Itupun gak kepalang tanggung repotnya, sampe harus dibantuin ma anak-anak mantan Senat tahun lalu. Thanx buat Candra, Ferry, Devi, Ikhwan, yang dah capek2 bantuin kemaren.

Acaranya sendiri: Luar Biasa, pokoke! 120-an orang yang ikut, plus anak-anak FISIPers juga. FISIPers itu nama Koran Kampus gue. Ada games, motivation training, olahraga, malam keakraban, dan yang paling seru dan capek: OUTBOND minggu pagi keliling UI. Kita melintas hutan kampus, danau-danau, medan-medan terjal berbatu, dan berakhir basah-basahan melintas sungai untuk ‘menyelamatkan’ bendera Senat yang dibawa musuh ke negeri seberang. Lagi-lagi luar biasa. Semuanya senang, semangat dan tertawa. Senyum mereka tak bisa dijelaskan lah. Sebagai panitia gue bangga dan gue mulai merasakan firasat-firasat baik soal ini

Tentang lirik backsound lagu di atas, gw gak usah cerita banyak kali ya!. Yah, arti harfiahnya exactly sama lah dengan kejadian sebenarnya.

Time: 2 days ago

Dan Lagu James Blunt pun mengalun lagi……

Part II

Happy birthday to you.. 2x

Happy birthday.. 2x

Happy birthday to.. you.

(Unknown)

Gw lahir tahun 1986, bulan Juli tanggal delapan. Jadi sampe hari ini umur gue sebenarnya belum nyentuh kepala dua. Tapi gue sekarang dah kuliah Tingkat III, mau masuk Tingkat IV semester depan. Selalu, dari SD mpe SMA, mpe Kuliah, gue selalu jadi bocah yang paling muda.

Waktu SD misalnya, guwe dipanggil “Dhita”, nama belakang gue. Temen2 terbiasa manggil begitu karena di rumah gw juga dipanggil demikian. Wajah gue yang ‘imut’ juga bikin panggilan itu gak terasa anak, secara tuh nama kan emang cewek banget.

Di SMP lebih parah, gue dipanggil “Memed”, cuz gw adalah anak yang paling kecil, paling konyol dan paling lucu. Tampang guwe malah masih kayak anak SD, rambut berponi, tinggi masih, mmmmm kalo gak salah siy 130-an senti gitu deh. Sepeda gue juga yang paling kecil di parkiran sekolah. Karena sepeda gede yah gue kagak nyampe. Gue juga paling suka man bola. Posisi gue sayap kanan. Tapi kalau duel antar kelas, temen2 gue yang badannya gedhe2 selalu curang. Bahu gue dipegangin melulu jadi gak bisa lari kenceng. Ada juga yang pernah sampe mlorotin celana gue. Gubrak!!

Panggilan “Memed” itu bermula dari ruang Penataran P4 (jaman dulu masih ada tuh!). Gue disuruh maju ke depan, dan gue mencoba (sebisanya) untuk ngelawak. Nggak nyangka aja, kata temen2, kakak kelas en guru2 gue tuh lucu banget. Segala kelucuan tercampur jadi satu di wajah, postur, omongan dan tingkah laku gue. 

Sejak itu gue menyadari anugerah Allah soal itu. Ternyata gue bisa menghibur orang, Alhamdulillah. Sejak itu gue dipanggil dengan nama Memed, konon dia adalah nama pelawak bertubuh mungil dengan wajah yang mirip guwe (Plz, check this out!). Seterusnya, karier gue berlanjut dengan membentuk kelompok lawak "Gembel Group", yang artinya GEMar BELajar Group. Gak tahu kenapa, empat orang anggotanya ternyata Juara kelas semua: Dicky, Fala, Zaky en Gue.

Gue sering manggung di acara2 sekolah, kadang rame2, kadang ber2 Dicky, paling apes yah sendirian. Tapi gak tahun napa gue seneng banget, kalo dah di atas panggung. Apalagi kalo liat orang terpingkel2, apalagi nangis2 denger banyolan gue. Gokil abis pokoknya. Nah, track record itu yang lantas bikin gue dikenal sebagai orang yang lucu, en…. you know lah, just ordinary funny-cute-lil’ boy (not a man!)

Sampai suatu saat, di depan kelas III F. Gw ketemu sama seseorang yang…ouchhh. Undescribable. Gw…jatuh cinta. (What, ulang lagi!) Yup, that word: seorang anak 13 tahun sedang jatuh-cinta. Waktu itu gw dah kelas III dan tetep aja dengan segala ke-gokil-an gw. Gak tahu napa, tuh gadis (inisialnya "TFPW") gak bisa gue lupain. Gue gak pernah kenal dengan dia sebelumnya, apalagi ngobrol2, apalagi tahu siapa dia sebenarnya?. Dan 2 hari kemudian…….GW MENEMBAKNYA (What, hasyim????), ya, Gw menembaknya!….DI KELAS DIA>>>PAGI-PAGI. Ya Allah, gw gak tahu ada keberanian apa di kepala gue…. waktu itu.

Dan U know what?. Duh, dia cuman tersenyum dan bilang kalo gue cuman bercanda aja kan? Speechless, en gw gak tahu harus bilang apa?.(hening). Gw balik ke kelas dan merenungi diri sendiri.

Gw terus nyadar, di usia gue yang masih ijo itu, gw harus nunjukkin siapa diri gue sebenarnya. Gue bukan anak kecil lagi, dan gue harus bisa nunjukkin kalo gue bisa serius. Kejadian itu tuh biikin gue terus membisiki diri sendiri: "Loe harus berubah!, Sekarang!. Loe harus bisa nunjukkin ke dia kalo lo tuh serius!. Loe harus punya sesuatu yang bisa dibnaggakan. Lo bukan anak kecil terus , man!!" terus terngiang tuh kata2 di kepala gue.

Akhirnya gue (mencoba) berubah. Pelan2 tapi pasti. Gue coba berubah penampilan, style, gaya ngomong, dst. Sampai yang paling penting: visi hidup gue. Sampe awal masuk SMA gue bahkan dah berpikir gue akan masuk UI nantinya, jurusan Hubungan Internasional..he he. Tapi sekarang beda tipis lah, gpp. Ambil Komunikasi….

Nah, kembali tuh ke TFPW. Lulus SMP, ternyata dia satu SMA (lagi) sama gue. Kita gak pernah kontak lagi, apalagi ngobrol. Dan entah bagaimana ceritanya, kelas kita selalu berbeda dan berjauhan. (invisible hand? who knows?). Nah, semakin ingin ‘balas-dendam’ saja-lah gue saat itu. ‘Balas-dendam’ gue adalah pembuktian bahwa gue bisa serius kok!. Bahwa gue bisa dibanggain kok!, dan bahwa gue gak cuman anak kecil yang cuma diketawain aja!. Busyettttttt!. Umur 14 Tahun, dan gue dah bisa ngomong kayak gitu!!

Singkat cerita, gue meniti karier yang baru di dunia SMU. Gue lantas banting setir jadi organisatoris sejati. Gue manggung ngelawak bareng Gembel Group tuh waktu MOS SMU, pas gue awal2 masuk sekolah. Setelahnya, gue banyak aktif di Pramuka, PMR, OSIS, Organisasi FansClub SepakBola di Kota Gue, dll-lah. Gue menceburkan diri gue di situ, buat menempa diri. Dan. Ya 4JJI, gw yemukan bakat lain di diri gue: Ternyata gue bisa. Puncaknya, gue jadi KETUA OSIS. Gw dilantik, 2 bulan setelah ultah gue yang ke-15.

Dan jangan pernah lupa. Si TFPW, masih satu sekolah sama gue. Gw yakin dia tahu sepak terjang gue selama ini. Tapi dia gak pernah tahu kalo motivasi utamanya adalah ‘dia’, ‘dia’ dan ‘dia’.

Karena ‘dia’ juga lah, gue nekat ikut Lomba Pelajar Teladan. Dan well, akhirnya gue menang juga sampe tingkat Propinsi. Dan lagi-lagi, itu gara-gara ‘dendam’ gue sama TFPW.

Hari ini, 19 Juni, gue selalu inget adalah Hari Ulang Tahunnya. Gw gak tahu sekarang dia dimana!. Tapi bagi gue, loe adalah ‘musuh’ terhebat gue. Gara2 loe, gue jadi punya motivasi ’segede gunung’. Dan gue pikir gue sudah berhasil membuktikan itu. With all the memories, sad and sad, I’m blowing these candles, Happy Birthday…….

         

Indahnya hari ini!!

Uncategorized 3 Comments »

05.15

Selepas sholat Subuh tadi pagi, gw kebagian ngisi kultum di
kontrakan. Seperti biasa, kami (lagi-lagi) cuma berempat. Arifin pulang ke
rumah, sementara mas Pipin entah dimana rimbanya. Walhasil pagi ini, gw. Azani,
Yudhis dan Mujahid yang ngumpul lagi.

Tadi siy gw ngebahas tentang pentingnya kemampuan menulis dan
sejumlah cara untuk meningkatkan kemampuan menulis. Gak perlu gw tulis detil di
sini, intinya semua emang sepakat soal itu. Nah, yang seru gw minta temen2 u/
ngedarin kertas berisi tulisan tentang pendapat masing2 orang soal dirinya dan
orang lain. Satu kertas dikasih nama, terus diputerin ke setiap orang. Mereka
bisa nulis apa aja tentang si ‘pemilik kertas’. Setelah itu, kita bacain satu
per satu, wuakak.

Nah, kertas punya gw tulisannya kayak gini:

“hasyim tuh bandel, semaunya sendiri, kadang egois,
pelit, unorganized, kadang pelit juga, he he. Tapi perhatian. insyallah
bertanggungjawab, perfeksionis, suka menunda-nunda, gak tegas, gak bisa marah.
Sisi baik: suka belajar, mau belajar, pekerja keras, mandiri”.
(nah, ini tulisan gw ndiri’)

“hasyim itu, orangnya pinter ngomong, beluim pernah
liat dia marah. Kayaknya kalo nggak senang sama sesuatu dipendem aja. Jawanya
kerasa benget, beda sama Yudhis”
(Azani)

“Temen deket pertama di UI, orangnya easy
goin’…konkret n’ gak banyak omong. Banyak yang dapat dipelajari dari diri
beliau..Cuma kadang kalau lagi sibuk, sulit untuk dihubungi”
(Yudhis)

“kadang gw tahu lu sering kesel sama temen2. Tapi
hebat…bisa sembunyiin itu. Tp gw lebih seneng kalo, kita kan serumah, ya ada
baiknya kit apanjang lebar terbuka. Hasyim memang bagus komunikasinya, tapi gw
rasa kurang terbuka ya”
(Mujahid)

Well, kayaknya semua bener deh, ha ha ha. Yah, minimal kumpul2 tadi
pagi bisa menyegarkan lah. Lha wong, kita2 memang orang sibuk semua, jarang
ngumpul. GW rasa hari ini bakalan menyenangkan.

11.01

“Bip.. Bip”, HP gw berbunyi. Ada sms: “Asw, apa bener SENAT en
FISIPERS ngadain acara bareng tanggal 17-18 y? Duh gw pusing deh!…………”.

Gw langsung diem, gak bisa ngomong apa2. Sms itu pun baru bisa guwe
bales 40 menit kemudian.

Duh, firasat gw berubah jadi gak enak!

13.40

Gw emang sengaja gak ke kampus hari ini. MAaf ya, biat semua yang
tadi gak bisa ketemu gw. Banyak kerjaan di “Pondok Cemara Mungil”, kontrakan
kami. Gw harus nyuci bebereapa kodi baju (punya gue). Beres beres kamar en
rumah juga. Maafkan gw ya teman2. GW gak bermaksud ngilang, tapi agaknya
priorotas yang satu ini gak bisa ditinggal.

Tonggi dah sms, Humas OK. Syukurlah. Tapi Tiwi tidak. Anakku, sabar
ya! Ada banyak jalan buat kamu. Percaya deh. Everythin’ gonna be OK. Aang en
Uchie dah gw sms, tapi kok belum dibales yah?. Dity en Ririn gak ngasih report
apa-apa. Moga2 semuanya lanca-lancar aja.

Cucian gw dah hampr kelar. Empat ember. Suer, banyak banget!. Tangan
guwe masih bau Molto, waktu ngetik tulisan ini.

Tidur siang……

14.20

“Bip..Bip!”. Ada sms lagi: “Asw. Tlg temui g di plaza skrg. Thnx.
Wass.”

Firasat guwe makin gak enak. Jutaan kata “maaf” berlompatan di
seluruh tubuh gw.

16.30

Habis shalat Ashar, gw posting tulisan ini. Dunnow, what’ll happen
next!. 


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in